rikhanh
Allah mempertemukan untuk satu alasan. Entah untuk belajar atau mengajarkan. Entah hanya untuk sesaat atau untuk selamanya. Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. Akan tetapi, tetaplah menjadi yang terbaik diwaktu tersebut. Lakukan dengan tulus. Meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan. Tidak ada yang sia-sia karena Allah yang mempertemukan.

Anonim - dari sebuah group WhatsApp

(via kurniawangunadi)
Jalan yang akan ditempuhnya, aku tidak tahu. Bagaimana dia akan melewatinya, apa yang ingin dia tuju dari jalan itu, aku tidak tahu. Apa yang dipikirkannya, dengan pikiran apa dia mengambil jalan itu. Bahkan jika aku bertanya, dia tidak akan menjawab. Satu satunya yang kutahu, adalah aku, ada di sisinya yang akan menempuh jalan itu. Bisa berarti bahwa aku tidak akan menempuh jalan itu bersamanya.
Dia yang kulihat sekarang, bukanlah dia yang kukenal sebelumnya. Apa yang dia ingat? Dan apa yang dia tidak ingat? Apa yang dia lepaskan? Dan apa yang dia inginkan? Aku masih menunggunya. Aku tidak akan lelah, tidak akan gelisah, dan tidak akan menjadi tidak sabaran.
KMR, NG
rikhanh

sebuah nasehat

  • R: aku butuh nasehat mba
  • M: de, berbahagialah. Allah sangat sayang kepada setiap hambanya. Dia ingin menjadikan hamba-Nya menjadi orang yang lebih baik dengan cara mengujinya. kamu hanya sedang diberi ujian, jika kamu berhasil melalui ujian ini, kamu ibarat naik kelas. bersabarlah, lalui semua ini dengan ikhtiar terbaik, berserah diri kepada-Nya, dan yang terpenting ikhlasmu. kelak kamu akan menyaksikan jejak-jejak kehidupanmu, buatlah jejak terbaikmu
  • R: jazakillahu khairan mba Ema, do'akan aku :'')